KOFFIE FABRIEK AROMA !

kopiAroma

-Wilt U heerlijke Koffie drinke?
Maoe minoem Koffie selamanja enak?
-Aroma en smaak blijven goed, indien U de Koffie van de zak direct in een gesloten stoples of blik over plaasts.
Kopi Aroma Jawabanya…!!!

Toko kecil bergaya arsitektur tempo dulu di pojokan Jalan Banceuy No 51, Bandung ini, terselip di antara hiruk pikuknya toko onderdil mobil dan motor, itulah “TOKO KOPI AROMA” hanya satu di Bandung dan mungkin di Indonesia. Berangkat dari kegemaran saya terhadap kopi terutama KOPI AROMA maka saya sengaja membuat Group ini Facebook.
Pemiliknya adalah Widyapratama Tanara yang mewarisi toko Kopi itu dari ayahnya. Keistimewaan kopi ini terletak dari mulai memilih biji kopi yang kelas 1 sampai dengan proses pengolahan dan pengemasan kopi yang sudah jadi.
Pemilihan biji kopi tidak asal comot terus bisa diolah, akan tetapi biji kopi yang dipetik harus yang sudah benar-benar tua, yang masih muda (hijau) ditinggal, hal itu dilakukan untuk mendapatkan cita rasa kopi yang memang luar biasa nikmat. Sebelum dilakukan pengolahan biji kopi lebih dahulu disimpan dalam karung goni yang meiliki pori-pori yang baik untuk menghilangkan kadar air dan mengurangi kadar kafein dalam kopi, disimpan selama 5 tahun untuk kopi Robusta dan 8 tahun Arabika.
Proses roasting selama sekitar 2 jam menggunakan kayu karet yang dipercaya menimbulkan aroma yang khas dan bara api yang lebih merata.
Setelah selesai dilakukan pengemasan dengan menggunakan kertas yang dipesan khusus berbahan dasar daun agar aroma kopi dan rasa tetap terjaga sebelum dipindahkan ke toples.
Mesin yang digunakan dalam proses pengolahan kopi ini hampir semuanya berumur puluhan tahun bahkan ada yang sebelum Indonesia merdeka.
Jadi bagi para penikmat kopi, pecinta kopi, penggemar kopi dan orang yang ingin merasakan kopi, cobalah KOPI AROMA dan rasakan sendiri kenikmatannya.
Benar-benar alami.

Jalan Banceuy, di tengah kota Bandung, masih gelap dan lenggang. Namun, kepulan asap telah terlihat tipis keluar dari sebuah cerobong bangunan bergaya art deco yang tersembunyi di antara berderetan toko onderdil mobil dan motor yang masih “terlelap” pagi itu.

kopi-aroma-bandung

DI dalamnya sejak pukul 04.00 WIB, Widyapratama (50) pemilik tempat yang merupakan pabrik sekaligus toko tersebut bersama dua karyawannya tampak sibuk menyangrai kopi dengan sebuah mesin pemanggang tua yang berbahan bakar kayu karet.

aroma5

Berbagai mesin tua, mulai dari mesin pemanggang, mesin pemilah biji kopi dengan sistem sentrifugal, mesin pengiling, toples-toples tua, hingga bungkus kemasan kopi yang teksnya masih menggunakan ejaan lama, seakan membawa suasana kembali ke masa silam. Menyiratkan bahwa Kopi Aroma seakan tak terpengaruh dengan perkembangan teknologi yang berlomba-lomba diterapkan dan diunggulkan oleh berbagai industri.

Biji kopi yang didapatkan dari berbagai perkebunan di tanah air seperti Aceh, Medan, Toraja, Jember, dan Timor-Timur adalah betul-betul biji kopi yang merah dan tua. Kemudian disimpan dalam karung goni di gudang selama 5 sampai 7 tahun. Bila siap digiling, biji-biji tesebut dijemur dahulu di sinar matahari selama 7 jam. Baru ditumbuk, disangrai, lalu digiling.

Seluruh proses produksi ini dipegang teguh sejak 1930, termasuk prinsip bahwa kopi yang dijual harus fresh. “Yang penting caranya, bukan jumlahnya. Buat apa besar, tapi caranya tidak betul,” kata Widya.

Tak heran bila Widya sangat terbuka terhadap siapapun yang ingin tahu lebih jauh tentang kopi atau hendak melihat Kopi Aroma Bandung seluruh proses pembuatan kopi di pabriknya. “Tak semua orang mau mengerjakan proses seperti ini

Harus sabar dan tekun,” kata Widya sambil sesekali mondar-mandir dari pabrik ke toko mungil yang terletak di bagian depan pabrik.

Pagi itu, disaat toko belum dibuka pukul 08.00, pintu tokonya telah diketuk sejumlah pelanggan. Ada seorang pegawai negeri dan seorang tukang becak yang dapat ikut menikmati kopi buatannya dengan harga sangat terjangkau Rp 3.000-Rp 3.800 per 100 gram.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s