Awal mula mencintai,mendukung,dan bercampurnya hati dengan PERSIB BANDUNG !

Saya Rendy Pratama Putra saya akan menceritakan awal mula saya cinta mati dengan persib,saya tumbuh di keluarga yang mayoritas mencintai sepak bola nasional, dari kakek saya hingga anak-anaknya sangat mencintai persib bandung sejak dahulu era perserikatan hingga turun temurun hingga era sekarang.

Saya pribadi mengenal persib tahun 1992 pada umur saya menginjak 2 tahun, mulai di ajak menonton ke stadion siliwangi pada tahun 1993 awal mula saya di ajak oleh sodara-sodara saya yang sebelumnya telah mengenal jauh lebih tentang persib, menginjak tahun 1994 pada saat itu liga berubah menjadi Liga Indonesia yang ke 1, pada saat itu Persib menjadi juara, hingar bingar masyarakat kota bandung berbondong-bondong menuju Senayan (sekarang Stadion Utama Gelora Bung Karno) untuk menonton pertandingan final persib, sayangnya saya tidak menonton mengingat usia saya relatih masih kecil belum layak menonton final di senayan dengan alas an keamanan, sedih rasanya tidak bisa menyaksikan pertandingan final tersebut secara langsung di senayan, tahun demi tahun saya terus mendukung persib, awal mula saya memberanikan nonton persib ke stadion sendiri pada tahun 2002 pada saat itu saya kelas 1 SMP, saya menonton dengan sahabat saya yang hingga kini masih menjalin hubungan baik Sdr Mohamad Taufik (Ozon) pada saat itu persib menjamu Persita Tangerang dan persib mengalami kekalahan 2-1, orang-orang dirumah mencari saya karena hingga magrib belum pulang ke rumah kebetulan pada saat itu di rumah sedang ada acara keluarga tetapi saya malah tidak ada hehehe Baong nya !!

Dari situ lah saya bebas menonton persib sendirian hingga saat ini partner saya menonton persib yaitu ozon, hingga sekarang persib belum merasakan lagi juara setelah tahun 1994 itu, suasana menonton persib sudah saya alami semua rasa sedih senang suka dan duka saya alami dalam mendukung persib,gak punya uang saya tetap mendukung dalam menonton persib panas dan hujan bukan suatu alas an hingga kerusuhan di dalam dan di luar stadion saya alami sendiri bentrok dengan aparat (perjuangan dalam memberikan dukungan kepada persib)rasa lapar dan haus sudah biasa menonton persib,nah saya mensiasati itu dengan cara bekal makanan ke stadion setiap ada pertandingan persib saya pasti membuat nasi timbel untuk di makan saat jeda babak pertama (botram dengan bobotoh lainnya) saya anggota Viking,masuk Viking saya tahun 2002 bangga rasanya pada usia saat itu bias menjadi anggota (padaha mah biassaaa weh nya ) hehehe, pada tahun 2009 saya mengatasnamakan diri saya sebagai bobotoh non block karena perselisihan Viking dengan supporter lain tidak kunjung damai saya keluar dari Viking dan saya adalah bobotoh persib tanpa grup-group tertentu – hingga sekarang !

Harapan saya untuk persib, saya ingin sekali melihat persib juara di Indonesia,berkonvoi mengarak piala di kota bandung seperti di eropa-eropa sana karana saya dengan persib sudah ada ikatan secara batin tidak dapat dipisahkan dengan alas an apapun, persib sudah mendarah daging dalam diri saya gak peduli orang berkata apa yang penting saya tetap terus mendukung tim kesayangan saya PERSIB BANDUNG !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s