ANGKOT (Angkutan Kota)

Saya Rendy Pratama mahasiswa IM Telkom Bandung Jurusan Administrasi Bisnis angkatan 2008 akan menuliskan tentang angkot.Di kota besar seperti bandung ini angkot menjadi sebuah sarana transportasi yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Bagi sebagian orang,angkot adalah kendaraan yang sangat di butuhkan untuk melakukan segala aktivitasnya,seperti berangkat sekolah,kerja,kuliah,hingga untuk sarana transportasi ke pasar bagi sebagian ibu-ibu. Saya pribadi mengenal angkot dan merasakan jasa angkot ini bermula pada kelas 1 SMP Hingga 1 SMA tetapi seiring dengan perjalanan waktu serta kebutuhan bertansportasi yang sudah tidak mengenak batas saya hendak meminta fasilitas motor kepada oang tua.

Di kota besar seperti bandung ini jumlah angkot sangat banyak sekali,banyak bermacam-macam trayek hampir seluruh pelosok bandung pasti ada trayeknya, selama ini trayek terbesar masih di pegang oleh angkot jurusan cimahi yang terkenal dengan warna hijau nya,jumlah nya ribuan dan persaingan pun makin ketat untuk mendaptkan penumpang,pandangan masyarakat terhadap angkot ini sangat beragam,angkot di mata masyarakat luas terkenal dengan “Ngetem” sembarangan,berhenti seenaknya,ugal-ugalan,serta tidak memperhatikan penumpang,supir angkot tidak sadar bahwa mereka sedang mengangkut penumpang dengan tujuan dan keperluan masing-masing yang berbeda,tapi tidak semua supir angkot berlaku demikian TETAPI,Hampir semua berprilaku seperti itu,mereka mengejar setoran untuk bisa membayar angkot itu kepada sang empu nya,rata-rata setoran angkot berkisar pada 130 ribu hingga 150 ribu per hari,dengan sikap supir angkot seperti itu berpengaruh pula pada keadaan jalan raya,diantarnya jalan raya menjadi macet karena angkot ini,supir lain menjadi emosi karena harus berhadapan dengan angkot,ahhh pokonya macam-macam negative nya,tetapi juga ada positifnya.

Menanggapi kekisruhan angkot ini saya sebenarnya bingung,di satu sisi mereka mencari uang untuk menafkahi kelurganya,di satu sisi lagi angkot ini kadang membuat kesal orang sekitar yang berada di jalan raya,pada dasarnya kembali lagi ke diri supir masing-masing bagaimana membawa angkot itu sendiri,kadang suka kasihan di saat sepeda motor menjadi pilihan masyarakat untuk bertransportasi keadaan angkot makin terpuruk saja,ditambah persaingan dari taksi hingga ojek online yang sekarang mulai menjamur di kota bandung,ditambah PEMKOT BANDUNG akan membangun sebuah monorel yang ditawarkan oleh mantan wakil presiden Jusuf Kalla,adanya monorel ini saya pribadi menyambut dengan positif karena akan menghasilkan sarana transportasi masal dan tata letak ruang kota yang asri dan nyaman serta enak di pandang,apalgi julukan kota bandung sebagai Paris van java sudah mulai luntur,,nahh yang jadi masalah bila monorel ini jadi di bangun para supir angkot otomatis akan kehilangan pekerjaan nya,,jadi bagaiamana nin menyikapi masalah ini sedangkan kota bandung masih menjadi primadona bagi sebagian orang untuk mencari pekerjaan,,ahh itu urusan pemerintah,pemerintah harus bisa menyelesaikan masalah ini ! TERIMA KASIH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s