Pengalaman mencicipi berbagai kopi asli Indonesia

Saya Rendy Pratama Putra Mahasiswa IM TELKOM Administrasi Bisnis, Sebagai pencinta kopi nusantara saya ingin sharing sedikit mengenai pengalaman saya dalam hal mencoba berbagai macam kopi.
Mendengar kata Kopi pasti hampir sebagian besar dari kita mempersepsikan sejenis minuman yang digunakan untuk begadang di malam hari, baik itu untuk keperluan jaga malam/siskamling, menyelesaikan deadline pekerjaan, atau bagi mahasiswa digunakan untuk penahan kantuk ketika belajar dan menyelesaikan tugas ketika malam hari. Persepsi inilah yang agak salah telah terbentuk bagi masyarakat kita kepada kopi sebagai penahan kantuk ketika begadang, padahal banyak manfaat yang dapat dirasakan dari kenikmatan kopi. Bahkan bangsa-bangsa penjajah eropa dulu rela untuk menerjang jauhnya laut untuk mendapatkan kopi ke Nusantara, hal ini tentunya didorong dari kenikmatan rasa yang didapat dari kopi. Indonesia sebuah Negara yang terkenal salah satu nya dengan kopi nya di dunia, ada beberapa jenis kopi yang beredar dan tidak asing lagi di telinga masyarakat, seperti kopi robusta, kopi arabika, kopi toraja, kopi aceh, kopi lampung, kopi mandailing, hingga yang terkenal dan termahal saat ini yaitu kopi luwak. Masing – masing karakter tiap kopi berbeda saya akan mencoba mendeskripsikan tiap-tiap karakteristik kopi-kopi yang pernah saya coba

Kopi Robusta

Kopi Robusta memiliki rasa yang lebih seperti cokelat, lebih pahit, dan sedikit asam. Bau yang dihasilkan khas dan manis. Warna kopi jenis ini bervariasi sesuai dengan cara pengolahannya. Memiliki tekstur kopi yang lebih kasar dari kopi arabika.

Kopi Arabika

Kopi yang berasal dari Etiopia ini sekarang sudah dibudidayakan di Indonesia.Dengan ciri-ciri memiliki variasi rasa yang lebih beragam, dari rasa manis dan lembut atau halus hingga rasa kuat dan tajam.kopi Arabika juga memiliki aroma sedap yang sekilas mirip percampuran bunga dan buah. Kopi Arabika memiliki bodi atau rasa kental saat disesap di mulut. Kopi ini juga terkenal rasanya yang pahit.

Kopi Toraja

Kopi toraja memiliki karakter yang khas, salah satunya yaitu kandungan asamnya rendah dan memiliki body yang berat, kopi ini juga biasa dikenal dengan kopi Celebes Kalossi. Kata “Celebes Kalossi” tersebut diadopsi dari nama kolonial Belanda untuk salah satu daerah di Sulawesi

Kopi Aceh

Yang membuat kopi Aceh lebih menarik adalah cara penyajiannya yang khas, dan sedikit berbeda dengan cara penyajian di warung-warung kopi di wilayah lain di Indonesia. Kopi diseduh, dan seduhan kopi disaring berulang kali dengan saringan dari kain yang bentuknya mirip kaus kaki, lalu menuangkan kopi itu berpindah-pindah dari satu ceret ke ceret yang lain. Hasilnya adalah kopi yang sangat pekat, harum, tetapi tidak mengandung bubuk kopi karena sudah tersaring di dalam “kaus kaki” tadi.

Kopi Lampung

Pahit dan asam itulah dua rasa dominan dari Kopi Lampung yang saya dapatkan ini, untuk mendapatkan rasa asli dari Kopi Lampung ini saya mencoba untuk menikmati kopi ini dengan tidak mencampurkan gula dan hasilnya….. *Kopi tanpa gula itu pahitttt braay* ASLINING namun mungkin bagi penggemar kopi sejati mungkin rasa seperti inilah yang paling dicari.

Kopi Mandailing

Kopi Mandailing diseduh dengan rebusan air gula aren, dan sebagai sentuhan akhir, celupkan sebatang kayu manis ke dalamnya. Oh, ini satu lagi yang membuat cita rasa kopi ini berbeda. Gula aren atau gula merah.

Kopi Luwak

Hanya satu kata untuk mengomentari kopi yang satu ini “UNIK” Selebihnya silahkan coba oleh teman-teman rasanya memang sungguh luar biasa begitupun juga harga nya !

Selain mendeskripsikan berbagai macam jeni kopi, saya juga akan mencoba member tips sedikti tips ang sebenarnya umum tetapi mempengaruhi rasa dalam hal menikmati sebuah kopi, berikut ada beberapa tips dari saya bahakan sudah menjadi rahasia umum untuk dapat menikmati rasa kopi secara maksimal dan cara ini berhasil setelah saya coba, yaitu panaskan air sampai ke titik didih kemudian langsung masukkan ke gelas yang telah terisi bubuk kopi tanpa campuran gula, jangan tunggu air sampai suhunya turun karena akan berakibat rasa kopi kurang optimal, kemudian dengan perlahan masukan gula dengan sendok teh secara bertahap ke dalam gelas dan rasakan, sampai ditemukan rasa yang pas antara kopi dengan gula.

Semoga Bermanfaat !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s