JANGAN JADIKAN PERSIB SEBAGAI ALAT UNTUK BERPOLITIK !!

Umuh-Muchtar-Persib

Saya Rendy Pratama Putra, seorang pemerhati kota bandung sekaligus pecinta kopi, Bobotoh persib bandung dan band legendaris The Rolling Stones akan sedikit membahas mengenai adanya kepentingan politik di tubuh persib.

Semua tahu persib haus juara, persib ingin juara, persib sudah lama tidak juara tapi alangkah elegan nya bila merebut juara dengan cara yang elegan pula misalnya dengan melakukan pembinaan klub usia muda untuk menciptakan aset klub di masa yang akan datang, boleh lah membeli pemain bintang tapi ya sewajarnya saja jangan sampai ada kesan ingin praktis, ingin instan menjadi juara dengan cara-cara kotor apalagi menjadikan sebuah klub sebagai alat untuk berpolitik.

Pilwalkot kota bandung akan segera dilaksanakan, para calon sudah siap bertarung untuk menjadi orang nomor satu di kota bandung, salah satunya anak kesayangan Bapa Haji Umuh Muchtar manajer persib bandung.

edsis

Saya menulis semua ini mengutip info dari berbagai sumber yang telah membahas masalah ini, Mohon untuk ditanggapi secara DEWASA dan ELEGAN. Saya tidak mengkritik klub persib, tapi saya kritik orang-orang yang bikin klub tersebut menjadi kotor, saya sendiri bobotoh setia dan bobotoh yang sangat fanatik dengan klub kebanggaan masyarakat jawa barat ini, tapi saya sedih dengan beberapa dugaan yang tersebar di masyarakat mengenai persib dijadikan alat politik yang dikemas secara “ELEGAN”

Salah seorang petinggi klub persib meminta manajemen pengelola timnya agar mengamankan jalur untuk jadi juara, Siapakah yang dimaksud? Pasti semua sudah tahu… Dialah Umuh Muhtar, sang ‘jenderal’ di tubuh Persib Bandung, Umuh Muhtar meminta PT Persib Bandung Bermartabat untuk berkoordinasi dengan PT Liga Indonesia agar Persib bisa ‘diamankan’ jalur juaranya,

Bagaimana caranya?

Umuh meminta PT PBB selalu berkomunikasi dan menyediakan sejumlah fulus ke PT Liga Indonesia Terlebih, peluang Persib juara ini sebenarnya sudah hampir tertutup karena jagoannya di Pilgub (inisial DD) kalah, PT Liga Indonesia sudah menyetting agar Arema Cronous dan Mitra Kukar jadi juara, karena akan ada pilkada di Malang/Jatim dan Kukar, Persib bisa menjadi settingan juara baru di ISL jika duit yang disetor ke PT Liga Indonesia oleh Umuh Muhtar ini lebih besar dari Arema/Mitra kukar.

Umuh bahkan berjanji pada manajemen PT PBB bahwa jika Persib juara, dia akan mundur dari Persib dan tak ganggu PT PBB lagi.

Mengapa demikian?

Usut punya usut, Umuh ini ternyata juga punya kepentingan tersembunyi. Dia pakai Persib untuk kendaraan politik. Ternyata, anak Umuh Muhtar nyalon di Pilkada Bandung, menggandeng Edi Siswadi yang notabene adalah ex Ketua Harian Persib. Itulah yang membuat Umuh begitu tertekan mengetahui bahwa peluang Persib juara tertutup setelah DD kalah, maka dia buat rencana tambahan. Terlebih, permintaan Umuh kepada PT PBB ini didukung oleh Zainuri Hasyim, Kuswara, dan bahkan salah seorang pemain persib.

Jika PT Liga Indonesia menyetujui permintaan PT PBB karena kepentingan Umuh Muhtar, maka sudah jelas juara ISL akan direbutkan 3 klub yaitu Persib Bandung, Arema Malang dan Mitra Kukar.

Sebelumnya, Arema Cronous dan Mitra Kukar telah beri uang panjar ke PT Liga Indonesia agar klubnya bisa diamankan jalurnya jadi juara.

Mengapa?

Karena di Malang akan ada Pilkada, di Jatim akan ada Pilgub (yang La Nyalla berperan besar), begitu juga di Kukar. Jika Persib melalui PT PBB bisa menyediakan duit lebih besar, tentu peluang juara bakal lebih besar pula. Ini juga atas saran Umuh.

Mengapa PT PBB mau menuruti Umuh?

Karena Umuh berjanji dia tak akan ganggu Persib lagi jika Persib juara. Umuh ini memang benalu.

Siapa yang panen duit karena praktik kotor seperti ini ?

Yang jelas tentu saja PT Liga Indonesia.

31no-politik

3 thoughts on “JANGAN JADIKAN PERSIB SEBAGAI ALAT UNTUK BERPOLITIK !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s