Fenomena Serta Pola Pikir Masyarakat Terhadap Baju Lebaran

mitnaitSaya Rendy Pratama Putra seorang pemerhati kota bandung, sekaligus bobotoh persib serta pecinta kopi dan band legendaris the rolling stones akan membahas mengenai fenomena yang terjadi di masyarakat kita mengenain baju lebaran atau serba baru di hari raya idul fitri, saya bukan ustadz bukan pula ahli agama, saya hanya menilai dan menyampaikan berdasarkan fakta realitas yang ada saat ini. Lets goo.. bro…. kita simak ulasan dibawah ini.

Sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia menyambut Hari Raya Idul Fitri, (wajib) menggunakan yang hal – hal berbau baru mulai dari pakaian yang baru, perhiasan atau aksesoris yang baru, perlengkapan rumah yang baru, intinya harus berbeda dari yang dilihat seperti biasanya. Malahan mungkin Fenomena ini menjadi lahan adu gengsi dan adu pamer tiap orang karena banyak kita sudah ketahui kalo gak yang baru gak mau lebaran, kalo gak pakai yang itu jadi malu, kalo pakai ini aja ntar dibilang kuno.

antarafoto-1322370301-

Hal yang sangat miris dan merupakan efek dari sebuah pola pikir masyarakat yang menganggap harus mempunyai baju baru saat lebaran adalah meningkatnya tingkat pencurian di swalayan-swalayann atau mall yang menyediakan berbagai macam pakaian. Yang pasti, mereka memberanikan diri mencuri pakaian yang dijual di toko atau swalayan tersebut demi bersenang-senang pada saat lebaran. Hal lain yang membuat kita mengkerutkan dahi dan mengelus dada adalah mayoritas pelaku pencurian tersebut adalah kaum miskin. Ada rasa kasihan, terkadang juga geleng-geleng kepala akibat fenomena ini. Ini adalah sebuah fakta efek negatif dari sebuah pola pikir yang salah yang menganggap bahwa sebuah keharusan memiliki baju baru saat lebaran.

sale

Untuk mengatasi berbagai macam efek negatif dari sebuah pola pikir bahwa harus memakai baju baru saat lebaran adalah dengan menanamkan sebuah pola pikir baru yang dikemas dengan istilah BAJU TAKWA atau PAKAIAN TAKWA.

midnight-sale

Bukan mau dakwah ataupun ceramah, saya bukan ustadz atau kiyai tetapi hanya menilai secara kasat mata dan fakta yang ada saat ini di masyarakat kita, Mungkin yang dimaksud dengan pakaian taqwa disini bukanlah baju ghamis baru atau baju muslim yang baru, akan tetapi keimanan. Baju yang bisa menutupi dan membentengi kita dari berbagai macam godaan syaitan setelah selesai berpuasa Ramadhan. Rasanya percuma jika pada saat puasa Ramadhan, Anda rajin sholat, mengaji dan lain sebagainya, akan tetapi setelah selesai berpuasa Anda hanya memikirkan baju baru kemudian bersenang-senang tanpa mempedulikan perintah dan larangan tuhan. Jadi jika Anda berpikir bahwa baju baru saat lebaran itu suatu keharusan, maka rubahlah pola pikir itu menjadi baju takwa adalah suatu keharusan dalam menyambut lebaran . Jika Anda bisa mempunyai baju takwa, maka bersyukurlah Anda karena baju takwa adalah baju termahal, lebih mahal dari pada baju baru yang kita beli di mall atau supermarket terdekat. Semoga bermamfaat. Terima kasih.

Dikutip dari berbagai sumber serta pemikiran saya pribadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s